Miliyuk : Quiet Vacationing, Tren Cuti Diam-diam ala Pekerja Muda
Setelah quiet quitting sempat viral, kini muncul tren serupa bernama quiet vacationing, yaitu kebiasaan mengambil waktu istirahat dari pekerjaan tanpa memberi tahu atasan secara resmi. Tren ini kian populer di kalangan pekerja muda yang merasa sulit mengambil cuti secara terbuka.
Miliyuk mengulas apa itu quiet vacationing, alasan di baliknya, serta risiko yang perlu dipikirkan sebelum ikut mencobanya.
Apa Itu Quiet Vacationing?
Quiet vacationing adalah kebiasaan pekerja mengambil waktu istirahat atau bepergian tanpa mengajukan cuti resmi kepada atasan. Mereka tetap terlihat aktif secara daring, menghadiri rapat virtual, dan menyelesaikan pekerjaan seperti biasa, meski sedang berada di lokasi liburan.
Sebuah survei lembaga riset pasar menemukan hampir separuh pekerja di Amerika Serikat pernah melakukan hal ini, terutama di sekitar musim liburan panjang.
Kenapa Pekerja Muda Memilih Cara Ini?
- Merasa khawatir permintaan cuti resmi akan berdampak negatif pada penilaian kinerja
- Budaya kerja yang masih menganggap cuti panjang sebagai sesuatu yang kurang profesional
- Kemudahan bekerja jarak jauh membuat batas antara kantor dan lokasi liburan semakin kabur
- Ingin tetap terlihat produktif meski secara mental sedang membutuhkan waktu istirahat
Risiko di Balik Quiet Vacationing
Meski terasa praktis, kebiasaan ini menyimpan risiko tersendiri. Bekerja sambil berlibur membuat seseorang tidak benar-benar mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan tubuh dan pikiran. Selain itu, jika ketahuan, kebiasaan ini juga berpotensi menimbulkan masalah kepercayaan antara pekerja dan atasan.
- Kelelahan tidak benar-benar hilang karena pikiran tetap terpaku pada pekerjaan
- Berisiko menimbulkan konflik jika perusahaan mengetahui kebiasaan ini di kemudian hari
- Bisa menjadi kebiasaan yang justru memperpanjang rasa lelah dalam jangka panjang
Kesimpulan
Quiet vacationing menjadi cerminan dari budaya kerja yang belum sepenuhnya mendukung keseimbangan hidup pekerja. Tren ini seharusnya menjadi pengingat bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih terbuka terhadap kebutuhan istirahat karyawannya.
Miliyuk berharap, ke depannya, mengambil cuti demi kesehatan mental bisa dilakukan secara terbuka tanpa rasa khawatir, sehingga tidak perlu lagi ada istilah seperti quiet vacationing.
Referensi
- “What to know about the rising trend of quiet vacationing among young workers” https://www.euronews.com/next/2024/06/03/what-to-know-about-the-rising-trend-of-quiet-vacationing-among-young-workers
- “Quiet vacationing is the new holiday trend at work” https://www.axios.com/2024/06/21/pto-summer-vacation-quiet-vacationing?stream=top
